Paradigma Pembelajaran & Perangkat Digital
Memahami digitalisasi sebagai ekosistem technology, environment, dan process—bukan sekadar memindahkan materi ke layar.
Pustaka panduan, jurnal kerja, materi lengkap, slide presentasi, dan alat bantu interaktif — disusun oleh Masri, S.Pd., Fasilitator Daerah Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Literasi dan Numerasi, untuk mendampingi guru menyusun perangkat ajar berbasis TPACK dan memanfaatkan Ruang Murid Kemendikdasmen.
Setiap sekolah dampingan memiliki paket alat bantu tersendiri — dari panduan praktis hingga jurnal kerja lapangan.
Alur materi Bimtek Penguatan Digitalisasi Pembelajaran untuk Literasi dan Numerasi, disusun agar guru dapat bergerak dari pemahaman, perancangan, sampai refleksi.
Memahami digitalisasi sebagai ekosistem technology, environment, dan process—bukan sekadar memindahkan materi ke layar.
Mengenali PID, laptop, HDD, gawai, jaringan, audio, perawatan, keamanan, dan troubleshooting dasar di sekolah.
Merancang media interaktif berbasis TPACK, pembelajaran mendalam, umpan balik, dan sumber belajar di Rumah Pendidikan.
Mempraktikkan dekomposisi, pola, abstraksi, algoritma, prompt efektif, iterasi, dan etika penggunaan kecerdasan artifisial.
Menyelaraskan tujuan, aktivitas, media, asesmen, dan refleksi agar teknologi memperkuat pengalaman belajar yang bermakna.
Sumber: materi Bimtek Penguatan Digitalisasi Pembelajaran untuk Literasi dan Numerasi, Ditjen PAUD Dikdas PNFI. Paket presentasi tersedia pada halaman sekolah dampingan.
Gabungan seluruh dokumen lintas sekolah dampingan — cari berdasarkan kata kunci atau saring berdasarkan jenis.
Ringkasan prinsip yang berulang di materi: pengalaman belajar aktif, keselarasan tujuan, dan penggunaan AI secara kritis.
Gunakan alur ini sebagai jembatan dari materi portal menuju satu kegiatan belajar yang dapat diuji, diamati, dan diperbaiki.
Rumuskan kompetensi dan bukti belajar yang ingin terlihat, bukan sekadar alat yang ingin dipakai.
Kenali jenjang, kebutuhan murid, perangkat yang tersedia, dan kondisi konektivitas sekolah.
Gabungkan konten, pedagogi, teknologi, interaksi, dan asesmen dalam satu pengalaman yang selaras.
Amati respons murid, cek hasil, minta umpan balik, lalu iterasikan media atau prompt yang digunakan.
Empat kerangka kerja inti yang konsisten dipakai di seluruh modul dan pendampingan lapangan.
Mengorkestrasikan Content, Pedagogical, dan Technological Knowledge — 4 level: Accepting → Adapting → Exploring → Advancing.
Station Rotation, Flipped Classroom, dan Lab Rotation — disesuaikan ketersediaan perangkat di tiap sekolah.
Dekomposisi, Pengenalan Pola, Abstraksi, Algoritma — dasar penting sebelum menyusun prompt AI yang efektif.
Reaksi, Pembelajaran, Perilaku, dan Hasil — dasar lembar evaluasi kegiatan di tiap sesi pendampingan.
Guru Seni Budaya di SMAN 2 Lengayang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, sekaligus Fasilitator Daerah Program Digitalisasi Pembelajaran.